SF Consulting     27 Nov 2025

Pemerintah Luncurkan Rangkaian Insentif Untuk Dorong Laju Ekonomi Jelang Nataru

(Jakarta) Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional menjelang akhir tahun 2025. Meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas konsumsi pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi faktor yang mendorong perlunya sinergi lintas Kementerian/Lembaga agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga serta layanan publik berjalan optimal.
 
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) menggelar rapat di Jakarta pada Rabu (26/11). Rapat tersebut menekankan percepatan realisasi belanja Kementerian/Lembaga sebagai pendorong pertumbuhan di Kuartal IV, termasuk penguatan berbagai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, layanan cek kesehatan gratis, dan peningkatan fasilitas pedesaan. Selain itu, stimulus ekonomi melalui paket kebijakan 8+4+5 serta BLT Kesra juga terus diakselerasi untuk menjaga daya beli masyarakat hingga akhir tahun.
 
“Baru saja kami menggelar Rapat Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah dan tadi memonitor terkait dengan realisasi belanja hingga hari ini. Kemudian, terkait monitoring kebijakan pendorong pertumbuhan ekonomi di Kuartal IV dan persiapan nataru, serta implementasi perizinan berusaha berbasis risiko,” ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada Rabu (26/11). Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai insentif transportasi, mulai dari kereta api, angkutan laut, penyeberangan, hingga tiket pesawat, termasuk diskon tarif tol pada tanggal tertentu. Program diskon yang telah dimulai sejak 21 November itu diharapkan dapat menekan biaya perjalanan masyarakat saat puncak mobilitas akhir tahun.
 
Selain transportasi, sektor pariwisata juga diprediksi mengalami lonjakan aktivitas. Pemerintah mencatat sedikitnya 244 agenda nasional maupun internasional akan berlangsung sepanjang Desember 2025 hingga Januari 2026. Pergerakan wisatawan domestik diperkirakan mencapai sekitar 100 juta perjalanan, sementara kunjungan wisatawan mancanegara pada Desember 2025 diproyeksikan menyentuh 1,3 juta kunjungan. Aktivitas pariwisata ini diyakini dapat memperkuat konsumsi daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di akhir tahun.
 
Untuk mempertahankan momentum belanja masyarakat, berbagai program belanja nasional seperti Harbolnas 12.12, Indonesia Great Sale, dan EPIC Sale juga digencarkan, dengan target transaksi mencapai puluhan triliun rupiah. Pemerintah turut memastikan berbagai stimulus perumahan berlanjut hingga 2026, termasuk FLPP untuk 350 ribu unit, BSPS untuk 400 ribu rumah, PPN DTP 100% untuk pembelian rumah, serta KUR Perumahan. Di sisi lain, percepatan ekosistem perizinan berusaha melalui PP 28/2025 dan pembaruan OSS RBA terus dilakukan guna memperkuat kepastian investasi dan menopang fondasi pertumbuhan ekonomi tahun 2026. (Rp)

Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews

#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #insentiffiskal #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024