SF Consulting     6 Nov 2026

Ekonomi Indonesia Q3 Tumbuh Tertinggi Di G20

(Jakarta) Perekonomian Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,47 % secara tahunan pada kuartal ketiga (Q3) 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan II-2026 sebesar 5,29 %. Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi kumulatif Januari-September 2026 mencapai 5,45 %. Kinerja ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara anggota G20, melampaui China, Korea Selatan, Jerman, dan Jepang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, capaian tersebut mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Airlangga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2026 terutama ditopang oleh permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 % dengan kontribusi sebesar 51,97 % terhadap produk domestik bruto (PDB), sementara konsumsi pemerintah meningkat 8,95 %, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,66 %. Peningkatan belanja pemerintah dalam dua kuartal terakhir turut mendorong aktivitas ekonomi, termasuk melalui pelaksanaan program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari sisi eksternal, ekspor tumbuh 4,59 %, sedangkan impor meningkat 7,31 % seiring kebutuhan bahan baku dan barang modal untuk produksi serta investasi.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan yang berkontribusi 19,22 % terhadap PDB tumbuh 5,87 %, didukung industri makanan dan minuman, kimia dan farmasi, logam dasar, serta otomotif. Sementara itu, sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 11,22 %, jasa keuangan 8,47 %, transportasi dan pergudangan 8,03%, serta informasi dan komunikasi 7,13 %. Realisasi investasi pada triwulan III-2026 mencapai Rp 528,7 triliun atau tumbuh 7,6 % secara tahunan dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 745.634 orang. Secara kumulatif Januari-September, investasi mencapai Rp 1.539,2 triliun atau 75 % dari target, termasuk investasi hilirisasi sebesar Rp 179,9 triliun yang tumbuh 19,4 %.

Pertumbuhan ekonomi tersebut turut diikuti perbaikan sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat. Jumlah penduduk bekerja meningkat 1,44 juta orang menjadi 147,99 juta orang, sedangkan tingkat pengangguran turun dari 4,85 % menjadi 4,75 %. Tingkat kemiskinan juga menurun dari 8,25 % menjadi 8,07 %. Memasuki kuartal IV-2026, momentum pertumbuhan diperkirakan tetap terjaga, tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Oktober yang meningkat menjadi 54,0 dari 52,4 pada bulan sebelumnya. Selain itu, kredit perbankan September tumbuh 13,26 %, penjualan mobil meningkat 28,1 %, dan inflasi Oktober terkendali sebesar 3,23 %.

Pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan daya beli, stabilitas harga pangan dan energi, serta perluasan pembiayaan produktif. Cadangan beras pemerintah tercatat mencapai 4,56 juta ton, sementara realisasi kredit program hingga 5 November 2026 mencapai Rp 303,9 triliun atau 92,17 % dari plafon kepada 4,37 juta debitur. Pembiayaan tersebut telah mendukung penyerapan 13,13 juta tenaga kerja, dengan 68,09 % di antaranya disalurkan ke sektor produksi. Pemerintah juga menyiapkan berbagai program diskon nasional menjelang Natal dan Tahun Baru serta memperkuat dukungan bagi UMKM melalui Kredit Perempuan Pra Sejahtera (KPPS) dengan bunga flat 8 %. (Rp)

Konsultan pajak
https://bit.ly/sfcnews

#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #ekonomi #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance

Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024