SF Consulting     3 Nov 2026

Pemerintah Pastikan Inflasi Terkendali Dan Manufaktur Ekspansif, Fondasi Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

(Jakarta) Pemerintah menilai fondasi perekonomian Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global. Hal tersebut tercermin dari tiga indikator makroekonomi yang dirilis pada Senin (02/11), yakni inflasi Oktober yang terjaga dalam sasaran, neraca perdagangan September yang kembali surplus, serta Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Oktober yang mencatatkan ekspansi tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir. “Pemerintah terus menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Terjaganya inflasi, kembali ekspansifnya sektor manufaktur, dan tetap tumbuhnya ekspor menunjukkan bahwa fondasi perekonomian Indonesia tetap kuat di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian,” ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Negara pada Senin (02/11).
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Oktober 2026 sebesar 3,23 % secara tahunan, masih berada dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5 % plus minus 1 %. Inflasi inti tercatat 2,56 %, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah (administered prices) sebesar 3,24 %. Sementara itu, inflasi komponen harga bergejolak (volatile food) meningkat menjadi 5,81 %, terutama dipengaruhi kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat akibat penurunan produksi seiring fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau. Pemerintah bersama Bank Indonesia dan pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi pengendalian inflasi, terutama dalam menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi pangan menjelang Natal dan Tahun Baru.
 
Dari sektor eksternal, neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 mencatatkan surplus sebesar US$ 3,36 miliar, melanjutkan tren surplus selama tiga bulan berturut-turut. Nilai ekspor mencapai US$ 27,59 miliar atau tumbuh 3,68 % secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 11,87 % secara tahunan. Kinerja tersebut didukung kenaikan harga sejumlah komoditas utama, seperti batu bara, gas alam, minyak kelapa sawit, karet alam, bijih besi, dan tembaga. Sementara itu, impor tercatat US$ 24,23 miliar, dengan impor migas turun 7,35 % secara bulanan menjadi US$ 3,27 miliar. Pemerintah juga terus memperluas akses pasar melalui 25 perjanjian perdagangan internasional yang telah diimplementasikan serta 13 perjanjian yang masih dalam proses perundingan.
 
Sementara itu, PMI Manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 meningkat menjadi 54,0 dari 52,4 pada bulan sebelumnya. Capaian tersebut menandai ekspansi selama dua bulan berturut-turut sekaligus menjadi perbaikan sektor manufaktur terkuat sejak Maret 2024. Peningkatan terutama didorong oleh permintaan baru yang tumbuh dengan laju tercepat dalam lima tahun terakhir serta rekor pertumbuhan pesanan ekspor baru sejak survei dimulai pada April 2011. Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan produksi, pembelian bahan baku, dan persediaan untuk memenuhi kebutuhan industri. Pemerintah akan memperkuat kapasitas produksi melalui berbagai instrumen pembiayaan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Industri Padat Karya (KIPK), dan Kredit Alsintan, serta meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui program magang dan pelatihan vokasi.
 
Menko Airlangga mengatakan pemerintah akan terus memperkuat investasi, hilirisasi, produktivitas, dan perluasan akses pasar untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, pengendalian inflasi tetap menjadi prioritas guna mempertahankan daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha. "Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang oleh peningkatan permintaan, tetapi juga oleh penguatan kapasitas produksi dan daya saing ekonomi nasional," pungkasnya. Sejumlah indikator positif tersebut diharapkan menjadi modal bagi perekonomian nasional menjelang pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2026 pada 5 November mendatang. (Rp)

Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews

#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #ekonomi #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance

Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024