SF Consulting     26 Oct 2026

Pemerintah Andalkan AI Untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

(Jakarta) Pemerintah mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif dan percepatan transformasi digital berbasis teknologi masa depan untuk menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan keterampilan baru sekaligus memperkuat daya saing industri kreatif Indonesia di pasar global.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan ekosistem teknologi dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), salah satunya KEK Singhasari. Hal itu disampaikan saat meresmikan Indonesia–India Creative-Tech Corridor di Jakarta. “AI bukan sekadar pengganti pekerjaan, melainkan juga sarana untuk menciptakan lapangan kerja dan keterampilan baru. Itulah sebabnya kita memerlukan dukungan dari Kawasan Ekonomi Khusus seperti Singhasari. Jadi, saya berharap melalui kolaborasi ini, sektor kreativitas dapat tumbuh hingga dua digit,”  ungkap Menko Airlangga yang dikutip pada Minggu (25/10).
 
Menurut Menko Airlangga, Indonesia dan India memiliki hubungan sejarah dan kebudayaan yang kuat, mulai dari seni, pengetahuan, hingga pemikiran filosofis. Kedekatan tersebut menjadi modal untuk memperluas kerja sama di era ekonomi digital, terutama ketika perkembangan teknologi seperti AI, Internet of Things (IoT), machine learning, digital twin, hingga quantum computing semakin pesat dan membutuhkan infrastruktur digital yang memadai.
 
Untuk memperkuat ekosistem tersebut, pemerintah bekerja sama dengan Arm dalam mengembangkan desain cip (chip design) dan mendorong industri semikonduktor nasional. Pemerintah juga mengarahkan pengembangan pusat data di sejumlah KEK, termasuk KEK Nongsa di Kepulauan Riau yang tengah diperluas, kawasan Tangerang Selatan, dan Karawang. Pengembangan tersebut diselaraskan dengan ketersediaan energi serta jaringan konektivitas serat optik guna mengakomodasi tingginya kebutuhan investasi pusat data.
 
Pemerintah turut mengoptimalkan KEK berbasis teknologi dan kreativitas, seperti KEK Singhasari, agar berkembang menjadi pusat riset, inovasi, dan komersialisasi karya kreatif. Menko Airlangga menilai integrasi industri kreatif dengan pusat data dan infrastruktur digital dapat menghasilkan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian. “Industri kreatif saat ini merupakan industri berbasis pengetahuan (knowledge-based) dan saat sekarang terfasilitasi oleh perkembangan artificial intelligence, Internet of Things, digital twin, hingga quantum computing,” jelasnya. Melalui penguatan ekosistem tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dapat mencapai dua digit. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #trade #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024