SF Consulting     20 Oct 2026

Bea Cukai Fasilitasi UMKM, Produk Lokal Kian Berpeluang Tembus Pasar Dunia

(Jakarta) Bea Cukai melalui kantor pelayanan di Bekasi, Banyuwangi, dan Bogor memberikan asistensi dan pendampingan kepada sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong ekspor produk kerajinan, makanan olahan, dan komoditas unggulan daerah. Pendampingan dilakukan melalui kunjungan langsung guna mengidentifikasi potensi ekspor, menggali kendala usaha, serta memberikan solusi sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan.
 
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Netty Hartawati menjelaskan pendampingan berkelanjutan diperlukan agar UMKM semakin memahami prosedur ekspor dan mampu memanfaatkan peluang pasar internasional. “Bea Cukai tidak hanya berperan dalam pengawasan dan penegakan ketentuan kepabeanan, tetapi juga mendukung pelaku usaha melalui asistensi dan pendampingan ekspor. Kami berharap UMKM dapat memanfaatkan dukungan ini untuk mengatasi kendala yang dihadapi, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global,” ungkap Netty yang dikutip pada Senin (19/10).
 
Di Bekasi, Bea Cukai mengunjungi dua UMKM yang salah satunya memproduksi merek Rendang yang telah mengekspor makanan siap saji berupa rendang dan cumi sambal balado hijau ke Selandia Baru sejak 2021 serta berencana memperluas pasar ke Australia. Sementara itu, UMKM lainnya memproduksi kerajinan dan anyaman berbahan kelapa yang telah dipasarkan ke Prancis, Jerman, dan negara-negara Uni Eropa lainnya. Kantor Bea Cukai Bekasi memberikan asistensi mengenai prosedur kepabeanan, perizinan, dan legalitas ekspor untuk mendukung pengembangan usaha tersebut.
 
Sementara itu, Kantor Bea Cukai Banyuwangi mengunjungi sebuah produsen biji kopi lokal, dan sebuah perusahaan pengolahan kayu yang menghasilkan produk finger joint laminated, gagang sapu, serta palet kayu. Adapun Kantor Bea Cukai Bogor mendampingi produsen keripik tempe ke sejumlah negara, termasuk Kanada, Norwegia, Belanda, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Kantor Bea Cukai Bogor juga mendampingi produsen keripik singkong yang telah memasuki pasar Brunei Darussalam sejak 2025 dan menjajaki pemasaran ke Afrika Selatan melalui penandatanganan letter of intent (LoI).
 
Melalui program Klinik Ekspor dan Customs Visit Customer (CVC), Bea Cukai memberikan konsultasi terkait ketentuan ekspor, fasilitas kepabeanan, serta solusi atas kendala pemasaran dan administrasi yang dihadapi pelaku usaha. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan ekspor UMKM, memperluas jaringan pembeli internasional, serta mengoptimalkan potensi komoditas unggulan daerah. Dengan pendampingan tersebut, produk lokal diharapkan semakin mampu bersaing di pasar global dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024