SF Consulting     19 Oct 2026

Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Perdagangan Dan Industri Strategis

(Bogor) Indonesia dan Rusia sepakat memperkuat kerjasama ekonomi dan industri strategis melalui perluasan kemitraan bisnis, peningkatan investasi, serta penjajakan kolaborasi di sektor perkapalan dan kedirgantaraan. Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov pada Jumat (16/10). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada September 2026, serta Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 RI-Rusia di Kazan pada Mei 2026.
 
Airlangga mengatakan, penguatan hubungan ekonomi kedua negara dilakukan melalui peningkatan kemitraan antarpelaku usaha, perluasan peluang investasi, serta kerja sama teknologi dan pengembangan kapasitas industri nasional. “Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ungkap Menko Airlangga yang dikutip pada Minggu (18/10).
 
Hubungan perdagangan Indonesia dan Rusia menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai US$ 4,84 miliar, meningkat 21,6 % dibandingkan 2024 sebesar US$ 3,98 miliar. Sejumlah komoditas yang berperan dalam perdagangan bilateral tersebut meliputi minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk. Airlangga juga menyambut kehadiran delegasi bisnis Rusia dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang diharapkan memperluas kemitraan komersial, mendiversifikasi perdagangan, serta membuka peluang investasi dan kerja sama industri baru.
 
Sementara itu, Manturov menekankan pentingnya kontak bisnis dalam memperluas hubungan perdagangan dan ekonomi kedua negara. “Membangun kontak bisnis merupakan faktor kunci dalam memperluas hubungan perdagangan dan ekonomi,” jelas Manturov pada kesempatan yang sama. Ia menjelaskan, kehadiran delegasi bisnis Rusia dalam TEI 2026 merupakan tindak lanjut partisipasi Indonesia sebagai negara mitra dalam pameran INNOPROM di Yekaterinburg pada Juli 2026. Perusahaan-perusahaan Rusia juga mengikuti pertemuan bisnis antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B) dengan mitra potensial Indonesia serta forum bisnis yang membahas perdagangan, investasi, dan kerja sama industri.
 
Kedua pihak turut membahas perkembangan perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA) yang diharapkan membuka akses pasar lebih luas bagi produk Indonesia, termasuk kelapa sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur. Proses ratifikasi perjanjian tersebut saat ini mendekati tahap penyelesaian, dengan harapan seluruh prosedur dapat diselesaikan sebelum akhir 2026 sehingga perjanjian segera berlaku efektif. Pada akhir pertemuan, Indonesia dan Rusia menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di sektor pertanian, teknologi, industri, serta pengembangan rantai pasok guna mendorong pertumbuhan perdagangan dan investasi yang berkelanjutan. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #indonesiarusia #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024