SF Consulting     15 Oct 2026

Wamenkeu Juda Agung: Indonesia Harus Manfaatkan Bonus Demografi Demi Jadi Negara Maju

(Jakarta) Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan Indonesia harus memanfaatkan momentum bonus demografi dalam 15 tahun ke depan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mencapai status negara berpendapatan tinggi. Upaya tersebut perlu didukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), produktivitas, serta daya saing industri agar besarnya jumlah penduduk usia produktif dapat menjadi penggerak kemakmuran nasional.
 
Menurut Juda, besarnya angkatan kerja, generasi muda yang semakin terhubung dengan teknologi, serta luasnya pasar domestik merupakan modal penting bagi pertumbuhan ekonomi. Namun, potensi tersebut tidak akan optimal tanpa peningkatan keterampilan, kualitas kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja produktif. “Kita tidak boleh menjadi negara yang menua sebelum menjadi negara yang kaya,” ungkap Juda dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum yang dikutip pada Rabu (14/10).
 
Juda mengatakan Indonesia juga perlu mengurangi ketergantungan terhadap pola pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada aktivitas bernilai tambah rendah. Meski pemanfaatan sumber daya alam, konsumsi domestik, dan pembangunan infrastruktur telah berkontribusi terhadap perekonomian, peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan membutuhkan pengembangan industri yang mengintegrasikan pendidikan, riset, teknologi, dan dunia usaha.
 
Menurut dia, transformasi ekonomi perlu diarahkan pada penguasaan teknologi pengolahan sumber daya alam, pengembangan produk bernilai tambah tinggi, serta peningkatan peran Indonesia dalam rantai nilai global. Untuk itu, penguatan industri, hilirisasi, digitalisasi, dan inovasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan produktivitas, kompleksitas ekonomi, serta daya saing produk nasional di pasar internasional.
 
Juda menegaskan, upaya mencapai status negara berpendapatan tinggi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan sektor keuangan. Keselarasan kebijakan serta konsistensi pelaksanaan juga diperlukan agar transformasi ekonomi berjalan efektif dan inklusif. “Tidak ada satu institusi atau instrumen kebijakan yang dapat bekerja sendiri. Kita membutuhkan keselarasan kebijakan dan konsistensi pelaksanaan. Itulah cara menuju Indonesia berpendapatan tinggi, pertumbuhan yang lebih tinggi, lebih produktif, dan lebih inklusif,” ujarnya. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #ekonomi #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024