SF Consulting     12 Oct 2026

Bea Cukai Monitor Fasilitas Kepabeanan Pertamina Geothermal Hingga PLN Nusantara Power

(Jakarta) Bea Cukai terus mendorong kelancaran kegiatan usaha dan memastikan pemanfaatan fasilitas kepabeanan sesuai ketentuan melalui asistensi, monitoring, dan evaluasi terhadap sejumlah perusahaan. Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan ke PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Ulubelu di Lampung serta pemantauan fasilitas Authorized Economic Operator (AEO) dan Mitra Utama Kepabeanan (MITA) di Surabaya.
 
Di Lampung, Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sumatera Bagian Barat melakukan monitoring dan evaluasi pemberian fasilitas fiskal kepada PT PGE Area Ulubelu di Kabupaten Tanggamus. Kegiatan yang dipimpin Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, Bier Budy Kismulyanto tersebut bertujuan memastikan pemanfaatan fasilitas pembebasan bea masuk dan/atau tidak dipungut pajak dalam rangka impor (PDRI) untuk kegiatan penyelenggaraan panas bumi berjalan sesuai ketentuan. Manager Tax dan Keuangan PT PGE Cahyo Agus Pujianto mengapresiasi layanan Bea Cukai yang kini dapat diakses secara daring dan terautomasi, dengan waktu pemrosesan sekitar lima jam.
 
Sementara itu, Direktorat Teknis Kepabeanan Bea Cukai bersama Kantor Bea Cukai Tanjung Perak dan Kantor Bea Cukai Juanda melakukan monitoring AEO terhadap PT Lintas Niaga Jaya (LNJ). Pemantauan tersebut bertujuan memastikan perusahaan tetap memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku. Perusahaan tersebut telah mengantongi sertifikasi AEO sejak 2017 dan menjalani monitoring untuk perpanjangan sertifikasi kedua. Perusahaan tersebut juga meraih penghargaan Best AEO kategori Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) se-Indonesia pada Juli 2026. Mengacu pada PMK Nomor 137 Tahun 2020, terdapat tujuh kriteria yang menjadi aspek pengujian dalam monitoring AEO.
 
Selain PT LNJ, Bea Cukai juga memonitor fasilitas MITA Kepabeanan yang dimanfaatkan PT PLN Nusantara Power untuk mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di berbagai wilayah Indonesia. Status MITA membantu memperlancar pemasukan barang impor untuk pembangunan 40 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dan dua lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). Perwakilan Direksi PT LNJ, Oni, berharap proses monitoring dapat membantu perusahaan mempertahankan status AEO sekaligus menjaga standar kepatuhan yang telah diterapkan.
 
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Netty Hartawati mengatakan, rangkaian asistensi, monitoring, dan evaluasi tersebut mendorong perusahaan penerima fasilitas untuk terus menjaga kepatuhan serta meningkatkan kualitas pengelolaan kepabeanan. Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Bea Cukai dalam menghadirkan layanan yang transparan, profesional, dan berintegritas untuk mendukung kelancaran kegiatan usaha serta pembangunan nasional. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024