SF Consulting     7 Oct 2026

Hilirisasi 28 Komoditas Diproyeksikan Hasilkan Investasi US$ 618,1 Miliar

(Jakarta) Ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Pada Semester I-2026, ekonomi nasional tumbuh 5,45 % secara tahunan. Industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan pangsa 18,50 %, sementara industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 % dan berkontribusi 16,83 % terhadap PDB nasional.
 
Kinerja sektor manufaktur juga menunjukkan penguatan. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada September 2026 meningkat menjadi 52,4 dari 49,8 pada Agustus 2026, kembali berada di zona ekspansi dan mencatat perbaikan kondisi bisnis terkuat sejak Februari 2026. Di sisi fiskal, defisit anggaran tetap dijaga di bawah 3% terhadap PDB, sedangkan rasio utang pemerintah berada di sekitar 41 % terhadap PDB. Kondisi tersebut menunjukkan fundamental ekonomi dan ruang fiskal Indonesia yang relatif terjaga.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pengembangan industri dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam menjadi kunci untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, hilirisasi tidak hanya mencakup mineral dan batu bara, tetapi juga komoditas pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan kelautan seperti kelapa sawit, karet, kelapa, serta produk perikanan. “Hilirisasi tidak sama dengan industrialisasi. Hilirisasi salah satu daripada industri dan berbagai manufaktur lain yang didorong,” ungkap Menko Airlangga dalam acara BIG Downstream Insights 2026 di pada Selasa (06/10).
 
Airlangga menyebut peta jalan hilirisasi 28 komoditas diproyeksikan menghasilkan investasi sebesar US$ 618,1 miliar, ekspor US$ 857,6 miliar, serta nilai tambah US$ 235,9 miliar. Program tersebut dinilai berpotensi meningkatkan ekspor secara signifikan. Dampak hilirisasi juga terlihat pada ekspor produk berbasis nikel yang meningkat dari sekitar US$ 1,3 miliar pada 2016 menjadi US$ 34 miliar pada 2025. Selain itu, sekitar 75,7 % investasi hilirisasi pada Semester I-2026 berada di luar Jawa sehingga turut mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
 
Pemerintah juga mendorong transformasi menuju industri bernilai tambah tinggi melalui penguatan agroindustri, manufaktur, digitalisasi, semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), dan jasa. Airlangga menilai ketersediaan energi yang kompetitif dan semakin hijau, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing industri. Pemerintah menargetkan pengembangan sekitar 15 ribu talenta AI dan semikonduktor dalam tiga tahun ke depan. “Penguatan hilirisasi, industrialisasi, energi hijau, dan digitalisasi menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional serta membuka peluang mencapai pertumbuhan ekonomi 8 %,”  pungkasnya. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #hilirisasi #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024