SF Consulting     24 Sep 2026

Menko Airlangga Ungkap 3 Syarat Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6 % Pada 2027

(Jakarta) Pemerintah menilai fundamental perekonomian Indonesia masih terjaga di tengah dinamika ekonomi global. Ekonomi nasional tumbuh 5,45% secara tahunan (yoy) pada Semester I-2026, sementara inflasi tercatat 3,19% pada Agustus 2026. Realisasi investasi juga mencapai Rp1.010,6 triliun hingga Semester I-2026. Dari sisi kesejahteraan, rasio gini turun menjadi 0,368, tingkat kemiskinan 8,07%, dan tingkat pengangguran terbuka 4,65%.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027 dan menuju 8% dalam jangka menengah. Untuk mencapai target tersebut, terdapat tiga syarat utama yang perlu diperkuat, yakni pertumbuhan investasi yang lebih tinggi dari pertumbuhan PDB, peningkatan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta peningkatan nilai tambah ekspor yang diikuti efisiensi logistik. “Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 menuju 8% dalam jangka menengah, tiga syarat utama. Pertama, investasi harus tumbuh lebih cepat daripada PDB, kedua, produktivitas dan kualitas SDM meningkat, dan ketiga yakni ekspor harus semakin bernilai tambah dan logistik semakin efisien,” ungkap Menko Airlangga dalam ANTARA Business Forum pada Rabu (23/09).
 
Airlangga menjelaskan, kebijakan ekonomi 2027 akan diarahkan melalui sinergi fiskal sebagai katalis, moneter untuk menjaga stabilitas, serta investasi sebagai penggerak kapasitas produksi dan penciptaan lapangan kerja. Pemerintah juga menyiapkan empat strategi untuk mempersempit kesenjangan menuju target pertumbuhan, meliputi deregulasi dan debottlenecking, penguatan investasi dan pembiayaan melalui KEK, Danantara dan KPBU, peningkatan produktivitas melalui program magang dan vokasi, serta perluasan akses pasar. Saat ini, Indonesia telah mengimplementasikan 25 perjanjian dagang dan masih merundingkan 13 perjanjian lainnya.
 
Selain itu, pemerintah memperkuat fondasi pertumbuhan melalui ketahanan energi, ekonomi hijau dan ekonomi digital. Potensi energi baru terbarukan Indonesia mencapai lebih dari 1.000 gigawatt, sementara transisi energi didorong melalui JETP dan AZEC. Di sektor digital, Indonesia disebut telah menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN, dengan pengembangan pusat data, kecerdasan artifisial (AI), semikonduktor, dan talenta digital. Reformasi iklim investasi juga diperkuat melalui penerapan Service Level Agreement (SLA) dan pengembangan sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko.
 
Pemerintah juga mendorong penguatan industri padat karya, khususnya tekstil dan produk tekstil (TPT), melalui peningkatan pasokan bahan baku, harmonisasi kebijakan hulu-hilir, penertiban impor, serta dukungan restrukturisasi dan pembiayaan. Di sisi eksternal, Indonesia terus memperkuat integrasi ekonomi melalui G20, ASEAN, RCEP, BRICS, serta proses aksesi OECD dan CPTPP. Perluasan akses pasar juga dilakukan melalui kerja sama perdagangan seperti IEU-CEPA. “Kita memiliki pasar domestik yang besar, sumber daya alam yang kuat, bonus demografi, basis industri yang terus berkembang, serta posisi strategis di kawasan,” pungkas Airlangga. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #ekonomi #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024