SF Consulting     17 Sep 2026

Wamenkeu Tekankan Reformasi Perpajakan Untuk Perkuat APBN

(Jakarta) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar International Tax Conference (ITC) 2026 di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti (CBB), Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Rabu (16/9). Konferensi bertema “Transforming Tax Policy and Administration to Drive Sustainable Growth and Revenue in the Digital Economy” tersebut menjadi forum pertukaran pandangan antara pembuat kebijakan, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan terkait penguatan kebijakan serta administrasi perpajakan di tengah perkembangan ekonomi digital. ITC 2026 diselenggarakan secara hybrid.
 
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan perekonomian global masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan, volatilitas harga komoditas, hingga perubahan kondisi keuangan global. Perkembangan tersebut berdampak langsung terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), baik dari sisi penerimaan, belanja, maupun pembiayaan. Karena itu, APBN dituntut tetap resilien dalam menghadapi guncangan sekaligus mampu membiayai pembangunan dan melindungi masyarakat rentan.
 
Menurut Juda, reformasi perpajakan menjadi bagian penting dalam strategi fiskal pemerintah. Reformasi tersebut tidak hanya membutuhkan ambisi kebijakan, tetapi juga harus didukung bukti yang kuat melalui penerapan kebijakan berbasis bukti atau evidence-based policymaking. “Perumusan kebijakan berbasis bukti berarti kita dapat mendiagnosis permasalahan secara tepat, memahami apa yang berhasil, untuk siapa kebijakan tersebut bekerja, dengan biaya berapa, serta terus belajar dari implementasi,” ungkap Wamenkeu Juda yang dikutip pada Rabu (16/09).
 
Juda juga mendorong penguatan hubungan antara riset, perumusan kebijakan, dan implementasi. DJP bersama Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) diminta terus mengidentifikasi isu riset yang relevan dengan tantangan kebijakan maupun operasional serta menghubungkan peneliti dengan kebutuhan praktis unit kebijakan dan operasional.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menilai, tema ITC 2026 relevan dengan perubahan lanskap ekonomi akibat perkembangan ekonomi digital. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut otoritas pajak untuk memodernisasi sistem dan menyesuaikan kebijakan. Bimo menekankan pentingnya riset berkualitas dan kolaborasi dengan komunitas riset, termasuk pemanfaatan data mikro perpajakan dengan tetap memperhatikan hukum dan tata kelola data. Dalam kerja sama internasional, DJP juga perlu menerjemahkan komitmen global ke dalam implementasi, termasuk keberlanjutan global minimum tax berdasarkan Pilar Dua dan peningkatan pemanfaatan mutual assistance in the collection of taxes. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #administrasipajak #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024