SF Consulting     14 Sep 2026

Menkeu Purbaya Dorong LPEI Beri Bunga Murah Untuk Dongkrak Ekspor RI

(Jakarta) Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank terus memperkuat perannya sebagai policy bank pemerintah setelah 17 tahun berdiri. Transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan kapasitas LPEI dalam mengisi kesenjangan pasar (fill in the market gap) yang belum sepenuhnya dapat dijangkau lembaga keuangan komersial.
 
LPEI dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 dengan mandat mendukung kebijakan pemerintah dalam mendorong ekspor nasional. Sebagai policy bank sekaligus Special Mission Vehicle (SMV) pemerintah, LPEI melengkapi ekosistem pembiayaan ekspor melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi, jasa konsultasi, serta Penugasan Khusus Ekspor (PKE).
 
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong LPEI untuk meningkatkan dukungan kepada sektor-sektor yang menghadapi tekanan akibat persaingan global, seperti tekstil, alas kaki, baja, dan furnitur. Menurutnya, LPEI perlu berdialog langsung dengan pelaku industri dan menawarkan pembiayaan dengan bunga yang terjangkau untuk membantu menjaga keberlanjutan usaha dan meningkatkan daya saing ekspor.
 
“Kita lihat lagi sektor-sektor kita yang terdesak oleh globalisasi yang dahulu unggul, seperti tekstil, sepatu, dan baja, apakah bisa kita bantu, karena mereka menyatakan saat ini sulit mendapatkan pinjaman,” ungkap Menkeu Purbaya dalam Indonesia Eximbank Export Connect di Jakarta. Ia menambahkan, parameter kinerja LPEI dapat disesuaikan apabila diperlukan agar pembiayaan yang diberikan lebih efektif menjawab kebutuhan pelaku usaha.
 
Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Padmosukarso menjelaskan, arahan tersebut semakin menegaskan posisi LPEI sebagai policy bank yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga pada dampak terhadap pelaku usaha dan perekonomian nasional. Selama 17 tahun, dukungan LPEI telah mencakup proyek kontraktor Indonesia di Malaysia, Amerika Serikat, Timor Leste, dan Arab Saudi, serta pembiayaan pembeli luar negeri melalui skema buyers credit.
 
Dukungan juga diarahkan untuk membuka pasar nontradisional, termasuk ekspor pesawat PT Dirgantara Indonesia ke Nepal, Senegal, dan Filipina, gerbong kereta PT INKA ke Selandia Baru, hingga ekspor jarum suntik ke lebih dari 30 negara dan ekspansi restoran lokal ke Malaysia melalui program Indonesia Spice Up the World pada 2025. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #ekspor #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024