SF Consulting     11 Sep 2026

Investasi Industri Pangan Masuk Morowali, Hilirisasi Kelapa Mulai Didorong

(Morowali) Perkembangan industri di Morowali, Sulawesi Tengah, mulai menunjukkan diversifikasi sektor usaha. Selain menjadi pusat pengolahan nikel, Morowali kini menarik investasi di sektor pangan melalui kehadiran sebuah perusahaan yang merupakan salah satu Group Industri asal China, yang resmi memulai operasional pada Senin (07/09).
 
Sebelum masuk ke Indonesia, Perusahaan tersebut telah mengoperasikan lima pabrik di China dengan total 19 lini produksi. Dengan tambahan fasilitas di Morowali, perusahaan menargetkan kapasitas produksi mencapai 84.000 ton per tahun. Kehadiran investasi tersebut menjadi salah satu contoh perluasan hilirisasi ke sektor di luar pertambangan, khususnya melalui pengolahan komoditas kelapa untuk menghasilkan nilai tambah lebih tinggi.
 
Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menjelaskan, pemerintah terus membuka peluang investasi dari berbagai sektor guna membangun ekosistem industri yang lebih kuat. Menurutnya, hilirisasi tidak harus terbatas pada sektor pertambangan, tetapi juga dapat diterapkan pada komoditas pertanian dan perkebunan. “Kehadiran FreeNow diharapkan ikut memperkuat ekosistem industri kelapa di Indonesia. Kita membuka peluang bagi semua investor dari berbagai sektor untuk dapat tumbuh bersama Indonesia,” ungkap Rosan yang dikutip pada Kamis (10/09).
 
Kepala Bidang Fasilitas Kanwil Bea Cukai Sulbagtara, Adeltus Lolok menilai masuknya industri pangan menunjukkan semakin beragamnya sektor usaha di Morowali. Saat ini sekitar 90 perusahaan telah beroperasi di wilayah tersebut, dengan 49 perusahaan di antaranya memanfaatkan fasilitas kawasan berikat dari Bea Cukai. “Morowali sekarang bukan hanya soal nikel, tetapi kini menarik industri yang sangat berbeda, yaitu sektor makanan. Fasilitasi kepabeanan terbukti dapat menjadi magnet industri yang beragam,” jelas Adeltus.
 
Menurut Adeltus, fasilitas kawasan berikat memberikan kemudahan kepabeanan dan perpajakan bagi perusahaan yang memenuhi persyaratan, terutama bagi industri yang menggunakan bahan baku impor atau memiliki aktivitas perdagangan internasional. Kehadiran industri pengolahan kelapa juga berpotensi memperpanjang rantai nilai komoditas melalui pengolahan di dalam negeri, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor transportasi, logistik, pengemasan, tenaga kerja, dan jasa pendukung lainnya. Dengan demikian, investasi pangan diharapkan memperkuat transformasi Morowali dari kawasan yang identik dengan nikel menjadi pusat industri dengan basis usaha yang semakin beragam. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024