SF Consulting     10 Sep 2026

Setahun Jadi Menkeu, Purbaya Bidik Ekonomi RI Tumbuh Mendekati 6 % Di Akhir 2026

(Jakarta) Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai satu tahun masa jabatannya diwarnai tantangan untuk membalikkan perlambatan ekonomi sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat dan pelaku pasar. Ia optimistis mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai bergerak dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi mendekati 6% pada kuartal IV-2026.
 
Purbaya menyampaikan hal tersebut saat makan siang bersama awak media dalam rangka satu tahun dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak 8 September 2025. Menurut dia, salah satu hal menarik selama memimpin Kementerian Keuangan adalah kesempatan menguji teori ekonomi secara langsung melalui kebijakan pemerintah. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi memang belum bergerak secepat yang diharapkan, tetapi arahnya mulai menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,39% pada kuartal IV-2025, meningkat menjadi 5,61% pada kuartal I-2026, sebelum melambat menjadi 5,29% pada kuartal II-2026.
 
Purbaya menilai perlambatan pada kuartal II-2026 lebih banyak dipengaruhi gangguan global. Kendati demikian, ia melihat indikasi pemulihan mulai muncul dari aktivitas sektor swasta yang tumbuh lebih cepat dibandingkan sebelumnya, diikuti dengan pelaksanaan program pemerintah. “Saya pikir triwulan keempat tahun ini bisa mendekati 6% pertumbuhannya,” ungkap Menkeu Purbaya yang dikutip pada Rabu (09/09). “Yang penting adalah saya sudah bisa melihat mesin pertumbuhan mulai bergerak. Sektor swasta mulai bergerak pelan-pelan lebih cepat dari sebelumnya. Pemerintah juga berjalan dengan baik,” lanjutnya.
 
Menurut Purbaya, tantangan terbesar selama setahun menjabat bukan hanya merancang kebijakan ekonomi, melainkan mengubah ekspektasi masyarakat terhadap prospek perekonomian Indonesia. Ia menyebut pemerintah sempat menghadapi berbagai protes dan sentimen negatif ketika dirinya mulai menjabat. Untuk membalikkan kondisi tersebut, Purbaya menggunakan konsep ekonomi self-fulfilling prophecy, yakni ekspektasi masyarakat dapat memengaruhi perilaku ekonomi dan pada akhirnya menentukan arah perekonomian. Optimisme terhadap ekonomi dapat mendorong konsumsi, investasi, dan ekspansi usaha, sedangkan kekhawatiran terhadap resesi dapat membuat pelaku ekonomi menahan aktivitas.
 
Purbaya menegaskan pembentukan ekspektasi positif harus dibarengi kebijakan ekonomi yang konkret agar optimisme tidak berhenti pada pernyataan pemerintah. Ia mengakui perjalanan tersebut tidak selalu mulus karena gejolak pasar dan sentimen negatif kembali muncul, termasuk kekhawatiran terhadap potensi penurunan peringkat kredit Indonesia oleh S&P Global Ratings. Namun, kekhawatiran tersebut tidak terwujud dan kondisi pasar kembali stabil. “Jadi yang sulit itu tadi. Bukan jurusnya. Jurusnya gampang, itu-itu saja. Tapi melawan ekspektasi publik atau cerita-cerita negatif yang dikembangkan oleh orang-orang yang tidak terlalu yakin akan arah ekonomi kita,” pungkas Menkeu Purbaya. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #menkeu #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024