SF Consulting     12 Aug 2026

Pemerintah Dorong Pembiayaan UMKM Naik Jadi Rp 2.000 Triliun

(Jakarta) Pemerintah terus memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Hingga Juni 2026, kredit UMKM tercatat mencapai Rp 1.519,1 triliun atau tumbuh 1,05 % secara tahunan, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2026 sebesar 0,60 %.
 
Peningkatan pembiayaan tersebut sejalan dengan membaiknya tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks inklusi keuangan nasional naik dari 92,74 % pada 2025 menjadi 93,61 % pada 2026. Sementara itu, indeks literasi keuangan juga meningkat menjadi 69,57 %.
 
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, peningkatan inklusi dan literasi keuangan perlu diikuti dengan penguatan kesejahteraan finansial masyarakat. Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan, membaca peluang investasi, dan meningkatkan kapasitas ekonominya. “Saya mengapresiasi terkait dengan inklusi, angkanya, literasi sudah naik, inklusi naik, tinggal kesejahteraannya bisa dikejar,” ungkap Menko Airlangga pada Selasa (11/08).
 
Airlangga juga mendorong peningkatan total pembiayaan UMKM menjadi Rp2.000 triliun dari posisi saat ini yang berada di kisaran Rp1.500 triliun. Menurutnya, penambahan pembiayaan diperlukan untuk mempersempit kesenjangan akses bagi pelaku UMKM yang memiliki potensi berkembang tetapi belum memperoleh pembiayaan dalam skala memadai.
 
Selain pembiayaan, pemerintah juga mendorong digitalisasi melalui pemanfaatan QRIS yang kini telah digunakan 66 juta pengguna dan 44 juta gerai merchant. Transaksi digital tersebut dinilai dapat membentuk rekam jejak usaha yang menjadi dasar credit scoring sehingga UMKM yang sebelumnya belum memenuhi persyaratan perbankan dapat menjadi lebih bankable.
 
Pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan UMKM. Airlangga turut mengajak pelaku UMKM memanfaatkan Program Magang Nasional guna memperkuat kapasitas usaha. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas produksi serta kemampuan mempertahankan dan memperluas pasar agar UMKM Indonesia dapat tumbuh dan berkembang berdampingan dengan usaha berskala besar. (Rp)

Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #umkm #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024