SF Consulting     7 Aug 2026

Ekonomi RI Tumbuh Konsisten Di Atas 5 %, Pemerintah Siapkan Stimulus Semester II

(Jakarta) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 % secara tahunan pada triwulan II-2026. Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi sepanjang semester I-2026 mencapai 5,45 % secara kumulatif, menjadi pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam lima tahun terakhir. Capaian itu juga menandai lima triwulan berturut-turut ekonomi Indonesia mampu tumbuh di atas 5 %, di tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang hanya mencapai 3 % menurut International Monetary Fund (IMF).
 
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ketahanan ekonomi nasional menunjukkan fondasi domestik yang tetap kuat meski menghadapi tekanan global. “Di tengah tekanan global yang tidak ringan, ekonomi Indonesia tetap tumbuh kuat dan konsisten di atas 5%. Ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi domestik kita solid dan kebijakan yang ditempuh Pemerintah berjalan efektif,” ungkap Menko Airlangga yang dikutip pada Kamis (06/08). Secara spasial, seluruh wilayah Indonesia mencatat pertumbuhan positif, dengan Bali dan Nusa Tenggara menjadi yang tertinggi sebesar 6,10 %, sementara Pulau Jawa tumbuh 5,65 % dan masih menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) dengan porsi 56,47 %.
 
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan tumbuh 4,52 % dan tetap menjadi penyumbang terbesar PDB dengan kontribusi 18,50 %. Pertumbuhan tersebut didukung industri makanan dan minuman serta industri logam dasar dan elektronik yang meningkat 8,04 %. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,60 %, didorong meningkatnya aktivitas pariwisata dan perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh 6,68 % seiring percepatan belanja modal pemerintah, pengembangan kawasan industri, dan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
 
Airlangga menilai pertumbuhan ekonomi juga semakin berkualitas karena diikuti perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 22,93 juta orang atau setara 8,07 % dari total penduduk, yang merupakan tingkat kemiskinan terendah sepanjang sejarah pencatatan. Di sisi ketenagakerjaan, jumlah penduduk bekerja mencapai 148,19 juta orang dengan tambahan 522 ribu tenaga kerja sepanjang Februari-Mei 2026, sedangkan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,65 %. “Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang menciptakan lapangan kerja dan menurunkan kemiskinan. Pada Semester I ini keduanya terjadi bersamaan, dan lapangan kerja yang tercipta semakin berkualitas karena porsi pekerja formal meningkat,” lanjut Menko Airlangga.
 
Pemerintah optimistis momentum pertumbuhan akan berlanjut pada semester II-2026 seiring sejumlah indikator ekonomi yang masih terjaga. Inflasi Juli 2026 tercatat 2,88 %, PMI manufaktur kembali ke zona ekspansi di level 50,2, dan Indeks Keyakinan Konsumen berada di level 117,8. Di sisi investasi, realisasi semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan telah menyerap 1,45 juta tenaga kerja. 
 
Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah juga menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun, mempertahankan harga BBM hingga akhir tahun, memperluas penyaluran kredit program, serta melanjutkan reformasi struktural dan penyelesaian berbagai perjanjian dagang internasional. “Dengan capaian Semester I yang solid, Pemerintah optimis momentum pertumbuhan dapat terus dijaga hingga akhir tahun 2026 dan menjadi landasan menuju pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2027 dan seterusnya,” pungkas Menko Airlangga. (Rp)

Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #ekonomi #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024