SF Consulting     3 Aug 2026

Kawasan Industri Didorong Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Dan Magnet Investasi

(Jakarta) Pemerintah terus memperkuat pengembangan kawasan industri sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 % melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah, serta penguatan daya saing industri. Pengembangan kawasan industri juga diintegrasikan dengan pembangunan infrastruktur, konektivitas, hilirisasi, transisi energi, dan transformasi digital.
 
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, bahwa Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) telah menjadi mitra strategis pembangunan nasional sejak 1988. Menurutnya, kawasan industri yang berkembang dari Bekasi hingga Indonesia Timur telah membentuk Koridor Utara Jawa (North Java Corridor) yang menjadi pusat aktivitas industri nasional. Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga saat menghadiri Malam Syukuran 38 Tahun HKI dalam rangkaian Business Forum dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XXV HKI.
 
Saat ini terdapat 129 kawasan industri yang tersebar di 24 provinsi dengan luas mencapai sekitar 170 ribu hektare. Kawasan-kawasan tersebut menjadi lokasi bagi sekitar 10.400 perusahaan manufaktur dan menyerap sekitar 4,5 juta tenaga kerja. Pemerintah juga terus mengembangkan kawasan industri yang terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. “Jadi Pemerintah berharap dengan adanya kawasan industri, ini tentu akan menjadi kawasan yang lebih tertata dan ekosistem akan lebih terjaga,” ungkap Menko Airlangga yang dikutip pada Minggu (02/08).
 
Di tengah persaingan investasi global, pemerintah menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan investasi yang semakin kompetitif. Airlangga menyebut sejumlah negara pesaing mulai menghadapi tantangan berupa meningkatnya biaya tenaga kerja, keterbatasan lahan, hingga kebutuhan energi. Ia juga mengungkapkan hasil survei Japan External Trade Organization (JETRO) yang menunjukkan sekitar 70 persen perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia membukukan keuntungan, menjadi tingkat tertinggi dibandingkan sejumlah negara tujuan investasi lainnya.
 
Selain itu, pemerintah mendorong kawasan industri agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, termasuk kebutuhan pembangunan pusat data (data center) yang terus meningkat seiring pesatnya pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI). Airlangga menilai Indonesia memiliki peluang besar menarik investasi di sektor tersebut berkat ketersediaan lahan, energi, dan potensi energi terbarukan. Sementara itu, Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana berharap pemerintah terus mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi melalui kebijakan debottlenecking, sehingga investasi yang telah masuk dapat segera direalisasikan dan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha. (Rp)

Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #industri #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024