SF Consulting     22 Jul 2026

Kinerja APBN Semester I 2026 Tetap Kuat, Fiskal Indonesia Terjaga

(Jakarta) Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Semester I 2026 tetap menunjukkan kondisi yang solid dan mampu menjaga kesehatan fiskal nasional. Dalam Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juli 2026, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa APBN terus berperan sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pembangunan nasional.
 
Hingga akhir Juni 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp 1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp 1.656,0 triliun, meningkat 17,8 % secara tahunan. Menurut Purbaya, pertumbuhan pendapatan yang kuat dan belanja yang tetap produktif menunjukkan APBN mampu menjalankan fungsi ekspansif untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
 
Di sisi fiskal, defisit APBN hingga Semester I 2026 tetap terkendali setara 0,76 % terhadap produk domestik bruto (PDB). “Dengan pendapatan yang tumbuh kuat, belanja yang produktif, dan pembiayaan yang dikelola secara terukur, defisit APBN tetap terkendali sebesar Rp 196,5 triliun atau 0,76 % dari PDB, disertai surplus keseimbangan primer sebesar Rp 85,1 triliun,” ungkap Menkeu Purbaya yang dikutip pada Selasa (21/07).
 
Kinerja APBN yang positif tersebut turut menjadi salah satu pertimbangan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) untuk mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. Menurut Purbaya, keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal Indonesia yang dinilai tetap kuat, ekspansif, dan mendukung pembangunan.
 
Selain itu untuk rencana penerbitan Panda Bond pemerintah, Indonesia juga memperoleh peringkat AAA dengan outlook stabil dari Lianhe Credit Rating, lembaga pemeringkat asal Tiongkok. Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa peringkat tertinggi tersebut akan memperkuat akses Indonesia ke pasar keuangan Tiongkok yang memiliki kapasitas pendanaan besar. Penilaian itu didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai solid, ketahanan terhadap gejolak eksternal, utang luar negeri yang relatif rendah, kapasitas pembayaran yang kuat, cadangan devisa yang memadai, serta rasio utang pemerintah yang tetap berada pada tingkat yang prudent. (Rp)

Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #apbn2026 #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024