SF Consulting     20 Jul 2026

Kontribusi Investasi Hilirisasi Tembus Hampir 30 % Di Tengah tantangan Permintaan Global

(Jakarta) Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan bahwa investasi di sektor hilirisasi terus menunjukkan tren positif dengan kontribusi yang semakin besar terhadap realisasi investasi nasional. Hingga semester I 2026, investasi hilirisasi menyumbang sekitar 29,7 % dari total investasi nasional, meningkat 6,9 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Menurut Rosan, kontribusi investasi hilirisasi mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada 2023 kontribusinya masih berada di kisaran 24 hingga 25 % dari total investasi nasional, maka pada 2026 angkanya telah mendekati 30 %. “Rata-rata total kontribusi investasi di bilang hilirisasi ini mencapai hampir 30 % atau 29,7 % peningkatan 6,9 % dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Rosan yang dikutip pada Minggu (19/07). Peningkatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya peran program hilirisasi sebagai salah satu penggerak utama investasi di Indonesia.
 
Pemerintah, lanjut Rosan, akan terus memperkuat investasi hilirisasi melalui pengembangan proyek-proyek strategis, baik yang berasal dari investasi dalam negeri maupun penanaman modal asing. Upaya tersebut juga didukung keterlibatan BPI Danantara dalam sejumlah proyek hilirisasi yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperluas kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian nasional.
 
Berdasarkan nilai investasinya, sektor mineral masih menjadi penyumbang terbesar investasi hilirisasi dengan realisasi mencapai Rp 206,5 triliun. Selanjutnya diikuti sektor perkebunan dan kehutanan sebesar Rp 54,4 triliun, minyak dan gas bumi Rp 35,4 triliun, serta perikanan dan kelautan sebesar Rp 3,8 triliun. Pemerintah berkomitmen mendorong peningkatan investasi pada sektor-sektor selain mineral agar struktur hilirisasi nasional semakin beragam.
 
Rosan juga menyebut investasi hilirisasi masih didominasi oleh wilayah di luar Pulau Jawa. Sebanyak 75,7 % atau senilai Rp 227,3 triliun dari total investasi hilirisasi terealisasi di berbagai daerah seperti Maluku Utara, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat. Dari sisi sumber pendanaan, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 212,8 triliun, sedangkan investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp 87,3 triliun. Menurut Rosan, kondisi tersebut menunjukkan hilirisasi tidak hanya mendorong pemerataan investasi, tetapi juga memperkuat pembangunan ekonomi di berbagai daerah di luar Jawa. (Rp)

Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #investasi #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024