SF Consulting     16 Jul 2026

Optimalisasi Pendapatan Negara Jaga Ketahanan APBN

(Jakarta) Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah terus memperkuat berbagai langkah strategis untuk menjaga dan mengoptimalkan pendapatan negara di tengah tantangan perekonomian global. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Kementerian Keuangan bersama Komisi XI DPR RI mengenai Laporan Keuangan Kementerian Keuangan Tahun 2025 pada Rabu (15/07). Menurutnya, reformasi perpajakan, penguatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta perbaikan tata kelola aset negara menjadi kunci menjaga ketahanan fiskal nasional.
 
Purbaya mengatakan sepanjang 2025 pemerintah menghadapi tekanan akibat perlambatan perdagangan global, moderasi harga komoditas, dan meningkatnya fragmentasi ekonomi dunia. Meski demikian, berbagai reformasi yang dijalankan mampu menjaga kinerja penerimaan negara tetap solid. "Di tengah situasi global yang penuh tantangan, optimalisasi pendapatan negara terus dilaksanakan dengan tetap menjaga iklim investasi dan mendukung aktivitas ekonomi nasional," ungkap Menkeu Purbaya yang dikutip dari keterangan pers pada Rabu (15/07).
 
Sepanjang 2025, realisasi pendapatan negara mencapai Rp 2.765,1 triliun. Sementara itu, pendapatan yang dikelola Kementerian Keuangan tercatat sebesar Rp 2.271,53 triliun, ditopang oleh pertumbuhan penerimaan pajak perdagangan internasional sebesar 6,43 % dan PNBP yang meningkat 9,77 % dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Untuk menjaga keberlanjutan penerimaan, pemerintah terus memperkuat reformasi perpajakan melalui penyempurnaan sistem administrasi, peningkatan kepatuhan wajib pajak, pemanfaatan teknologi digital, serta pengawasan berbasis data. Di sisi lain, reformasi PNBP juga dilanjutkan melalui optimalisasi pengelolaan sumber daya alam dan barang milik negara guna meningkatkan nilai tambah aset sekaligus memperbesar kontribusi PNBP terhadap penerimaan negara.
 
Purbaya menegaskan penguatan pendapatan negara tidak hanya berfokus pada peningkatan penerimaan, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kebutuhan fiskal dan keberlanjutan dunia usaha. Pemerintah akan terus membenahi tata kelola penerimaan melalui integrasi data, peningkatan kualitas layanan, serta pemanfaatan teknologi informasi. Menurutnya, reformasi fiskal yang berkelanjutan menjadi fondasi untuk memperluas basis penerimaan, memperkuat kapasitas APBN, serta mendukung pembangunan dan stabilitas perekonomian nasional. (Rp)

Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #apbn2026 #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024