SF Consulting     8 Jul 2026

Defisit APBN 2026 Diperkirakan Melebar Ke 2,85 %

(Jakarta) Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diproyeksikan melebar menjadi Rp 734,3 triliun atau setara 2,85 % terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka ini lebih tinggi dibandingkan target dalam APBN 2026 sebesar Rp 689,1 triliun atau 2,68 % terhadap PDB. Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pemerintah masih memiliki ruang untuk menekan besaran defisit hingga akhir tahun seiring upaya mengoptimalkan penerimaan negara dan menjaga efektivitas belanja.
 
Dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Menkeu Purbaya mengatakan outlook defisit APBN saat ini diperkirakan mencapai Rp 734,3 triliun, sehingga kebutuhan pembiayaan anggaran berada pada angka yang sama. “Outlook defisit APBN tercatat sebesar Rp 734,3 triliun dengan persentase sebesar 2,85 % terhadap PDB. Dengan demikian outlook pembiayaan anggaran menjadi sebesar Rp 734,3 triliun. Saya yakin kita masih bisa menekan defisit ini ke bawah,” ungkap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang dikutip dari Kompas.com pada Selasa (08/07).
 
Proyeksi tersebut disusun berdasarkan pendapatan negara yang diperkirakan mencapai Rp 3.208,1 triliun atau 101,7 % dari target APBN 2026, meningkat 16 % dibandingkan tahun sebelumnya. Penerimaan perpajakan diproyeksikan mencapai Rp 2.631,4 triliun atau tumbuh 18,6 %, terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp 2.310,8 triliun yang meningkat 20,5 % serta penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 320,6 triliun atau naik 6,8 %. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diperkirakan mencapai Rp 575,1 triliun atau tumbuh 6,2 %.
 
Meski proyeksi pertumbuhan penerimaan pajak berada di level 20,5 %, Purbaya menegaskan pemerintah akan terus berupaya mempertahankan pertumbuhannya di kisaran 23 % tanpa menaikkan tarif maupun menambah jenis pajak baru. Di sisi lain, belanja negara diperkirakan mencapai Rp 3.942,4 triliun atau 102,6 % dari pagu APBN, meningkat 14,8 % dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Belanja pemerintah pusat diproyeksikan mencapai Rp 3.245,5 triliun atau tumbuh 25,5 %, sedangkan transfer ke daerah diperkirakan sebesar Rp 696,9 triliun atau 100,6 % dari pagu APBN sebesar Rp 693 triliun. Belanja tersebut diarahkan untuk mendukung program prioritas pembangunan, menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat, mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah, penanggulangan bencana, serta tambahan dana otonomi khusus. (Rp)

Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #apbn2026 #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024