SF Consulting     15 Jun 2026

Bea Cukai Dorong Daya Saing Produk Indonesia Lewat Penguatan Ekosistem Ekspor

(Jakarta) Bea Cukai terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong peningkatan ekspor nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi regulasi ekspor, penguatan konektivitas logistik internasional, serta optimalisasi fasilitas kepabeanan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
 
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyelenggaraan program Ngopi Ekspor (Ngobrol Pintar, Ngobrol Inspirasi Ekspor) oleh Kantor Bea Cukai Malang. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bea Cukai Malang itu menjadi sarana bagi pelaku usaha, UMKM, mahasiswa, akademisi, agregator, dan masyarakat umum untuk memperdalam pemahaman mengenai regulasi serta ketentuan ekspor. Melalui program tersebut, Bea Cukai berharap dapat mendorong lahirnya eksportir baru dan memperkuat ekosistem ekspor yang lebih inklusif.
 
Di Sulawesi Utara, Bea Cukai turut mendukung penguatan konektivitas logistik melalui layanan pelayaran langsung (Direct Call) rute Bitung–Tiongkok. Dukungan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Direct Call Bitung–China yang digelar di Manado. Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Adeltus Lolok menyebut, layanan tersebut akan mempercepat pengiriman barang, menekan biaya logistik, serta menjaga kualitas produk ekspor sehingga lebih kompetitif di pasar internasional.
 
Selain itu, Bea Cukai juga terus memberikan kepastian regulasi dan pendampingan kepada pelaku usaha. Kepala Kantor Bea Cukai Bitung, Didit Prayudi Sidharta menjelaskan berbagai ketentuan kepabeanan terkait ekspor, termasuk regulasi untuk komoditas kelapa yang menjadi salah satu produk unggulan daerah. Menurutnya, manfaat jalur pelayaran langsung tersebut tidak hanya dirasakan Sulawesi Utara, tetapi juga berpotensi mendukung aktivitas ekspor dari Gorontalo dan Maluku Utara.
 
Komitmen mendorong ekspor nasional juga diwujudkan melalui optimalisasi fasilitas kepabeanan dalam ajang Lamongan EXPOrtiva 2026. Bea Cukai Gresik menghadirkan empat perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat yang hingga Mei 2026 telah menyerap 12.017 tenaga kerja dan menghasilkan devisa ekspor sebesar Rp 956,49 miliar. Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menegaskan bahwa peningkatan ekspor memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah, Bea Cukai, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat melalui edukasi, kepastian regulasi, peningkatan konektivitas logistik, serta pemanfaatan fasilitas kepabeanan secara optimal. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024