SF Consulting     11 Jun 2026

Fundamental Ekonomi Kuat, Menkeu Optimistis Perekonomian Membaik Pada Semester II 2026

(Jakarta) Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi meski tekanannya mulai mereda. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (10/6). Menurutnya, berbagai indikator makroekonomi menunjukkan kinerja yang solid dan menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional.
 
Menkeu menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen, sementara inflasi pada Mei 2026 tetap terkendali di level 3,08 persen secara tahunan (year-on-year). Selain itu, neraca perdagangan masih mencatat surplus dan cadangan devisa berada pada level yang memadai, setara dengan 5,6 bulan impor.
 
Kinerja sektor manufaktur juga menunjukkan perbaikan pada Mei 2026. Peningkatan aktivitas produksi tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. “Demikian pula dengan kinerja sektor manufaktur ini menunjukkan perbaikan pada bulan Mei 2026, mengindikasikan penguatan aktivitas produksi dan menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi ke depan,” ungkap Menkeu Purbaya pada Rabu (11/06).
 
Memasuki Triwulan II-2026, kondisi ekonomi domestik terus menunjukkan perkembangan yang membaik. Optimisme konsumen tetap terjaga, tercermin dari meningkatnya aktivitas belanja berdasarkan Mandiri Spending Index dan Indeks Keyakinan Konsumen Bank Indonesia. Di saat yang sama, sejumlah indikator seperti penjualan mobil, sepeda motor, konsumsi listrik, dan semen juga mencatat pertumbuhan positif.
 
Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat sentimen global dan kondisi risk-off di pasar keuangan, pemerintah tetap optimistis terhadap prospek penguatan rupiah pada semester II-2026. Optimisme tersebut didukung oleh sinergi yang semakin kuat antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, perbaikan tata kelola Devisa Hasil Ekspor, serta pendalaman pasar keuangan. Selain itu, arus modal asing yang mulai membaik pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta berbagai kebijakan strategis pemerintah untuk menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi, dinilai menjadi fondasi kuat menghadapi dinamika ekonomi pada 2027. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #ekonomi #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024