SF Consulting     5 Jun 2026

Hilirisasi Jadi Contoh, Indonesia Dorong Industri Berkelanjutan Di Forum OECD

(Paris) Indonesia menegaskan pentingnya transformasi kebijakan industri global dalam Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) OECD 2026 yang berlangsung di Paris. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, bahwa kebijakan industri harus beralih dari sekadar instrumen perlindungan menjadi katalisator inovasi yang transparan, kompetitif, dan berkelanjutan. Menurutnya, perubahan pendekatan tersebut diperlukan untuk menghadapi tantangan perlambatan produktivitas global serta meningkatnya ketegangan geopolitik.
 
PTM OECD 2026 berfokus pada penyusunan visi bersama terkait kebijakan industri, perdagangan, dan investasi guna menjawab tantangan transformasi digital dan tuntutan keberlanjutan lingkungan. Dalam forum tersebut, Indonesia membagikan pengalaman keberhasilan program hilirisasi yang berhasil meningkatkan nilai ekspor mineral dan baja dari US$ 5 miliar pada 2016 menjadi US$ 30 miliar pada 2025. Capaian tersebut dinilai sebagai bukti bahwa kebijakan industri yang tepat mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan.
 
Meski demikian, para delegasi OECD mengingatkan bahwa peningkatan belanja kebijakan industri yang mencapai 16 % dalam empat tahun terakhir juga membawa risiko. Sejumlah negara dinilai masih mengandalkan subsidi tanpa strategi keluar yang jelas, sehingga berpotensi menurunkan produktivitas nasional dan menciptakan distorsi pasar. Karena itu, tata kelola kebijakan yang efektif menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut.
 
Berbagai negara turut menyampaikan pandangan terkait arah kebijakan industri global. Australia menekankan pentingnya kerangka kerja internasional yang transparan untuk mengatasi kelebihan kapasitas produksi. Sementara itu, Korea Selatan dan Arab Saudi menyoroti pentingnya pasokan energi yang stabil dan terjangkau untuk menjaga daya saing industri. Di sisi lain, Swiss dan Selandia Baru mengingatkan risiko proteksionisme, sedangkan Irlandia dan Kosta Rika mendorong penguatan keterampilan tenaga kerja serta riset sebagai strategi yang lebih efektif dibanding subsidi sektoral.
 
OECD juga memperkenalkan standar “tiga tes” bagi pemerintah dalam merancang kebijakan industri yang sehat, yakni berbasis pada kegagalan pasar yang nyata, memiliki strategi keluar yang jelas, dan tetap beroperasi dalam kerangka pasar terbuka. Indonesia sendiri menegaskan komitmennya untuk membangun ekonomi masa depan melalui program Making Indonesia 4.0 yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) ke sektor manufaktur. Airlangga menegaskan bahwa transformasi industri global harus berjalan seiring dengan transisi energi yang adil melalui sinergi internasional guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #hilirisasi #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024