SF Consulting     15 Apr 2026

Pemerintah Rampungkan Dokumen Pembelaan Terkait Investigasi Dagang AS

(Jakarta) Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan dokumen submission comment sebagai respons atas investigasi dagang Section 301 yang dilakukan oleh United States Trade Representative (USTR). Dokumen tersebut dijadwalkan diserahkan paling lambat 15 April 2026 dan tengah dirampungkan melalui koordinasi lintas kementerian sebagai upaya pembelaan terhadap tudingan dari otoritas dagang Amerika Serikat.
 
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah saat ini fokus menyelesaikan jawaban resmi atas penyelidikan tersebut. Penyusunan dokumen melibatkan sejumlah kementerian terkait, termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Keuangan. “Ini sedang kita siapkan, dan kita diminta untuk merespons. Setelah itu akan kita submit, lalu kemungkinan ada investigasi lanjutan,” ungkap Menko Airlangga yang dikutip pada Selasa (15/04).
 
Menko Airlangga menjelaskan, dokumen tersebut akan menyoroti beberapa isu utama yang menjadi perhatian pihak Amerika Serikat, diantaranya terkait dugaan kelebihan kapasitas produksi (excess capacity) pada sejumlah komoditas. Pemerintah menilai tudingan tersebut tidak sepenuhnya relevan, terutama untuk produk yang tidak memiliki penetrasi ekspor ke pasar AS, seperti komoditas semen.
 
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan klarifikasi atas dugaan penggunaan bahan baku impor yang dikaitkan dengan praktik kerja paksa (forced labor). Menurut Airlangga, rantai pasok industri nasional tetap mematuhi standar ketenagakerjaan internasional, sehingga tidak melanggar ketentuan yang berlaku dalam perdagangan global.
 
Lebih lanjut, Airlangga menegaskan bahwa investigasi Section 301 berfokus pada komoditas tertentu, bukan pada regulasi domestik Indonesia. Pemerintah pun belum ingin berspekulasi mengenai potensi dampak lanjutan, termasuk kemungkinan kebijakan tarif. Melalui dokumen yang disusun secara komprehensif dan berbasis data, pemerintah berharap posisi Indonesia dapat dipahami secara objektif sehingga tidak memicu kebijakan yang merugikan kinerja ekspor nasional. (Rp)

Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #perdagangan #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024