SF consulting     2 Dec 2025

Optimisme Menguat, Surplus Perdagangan Oktober 2025 Dorong Prospek Ekonomi Nasional

(Jakarta) Kinerja neraca perdagangan Indonesia kembali menunjukkan hasil positif dengan tercatatnya surplus sebesar US$ 2,39 miliar pada Oktober 2025. Surplus berkelanjutan ini semakin memperkuat prospek perekonomian nasional yang dinilai tetap solid. Pencapaian tersebut didukung oleh nilai ekspor yang mencapai US$ 24,24 miliar, lebih tinggi dibandingkan impor yang berada pada angka US$ 21,84 miliar.
 
Pemerintah menilai keberhasilan mempertahankan surplus tidak terlepas dari meningkatnya optimisme pelaku usaha terhadap prospek industri menjelang akhir tahun hingga tahun berikutnya. Berbagai insentif, baik dari sisi permintaan maupun penawaran, telah disiapkan untuk mendorong aktivitas ekonomi, termasuk meningkatkan mobilitas masyarakat di periode akhir tahun. “Stimulus dan berbagai insentif di tengah permintaan domestik yang meningkat secara musiman menjadi pendorong tambahan,” ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada Senin (01/12).
 
Pada sisi hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat, kinerja Indonesia tercatat tetap positif di tengah proses negosiasi tarif resiprokal yang masih berlangsung. Neraca perdagangan non-migas Indonesia dengan AS pada Oktober 2025 mencatat surplus sebesar US$ 1,7 miliar. Kinerja ini ditopang oleh kenaikan ekspor non-migas sebesar 4,43 % (mtm), sejalan dengan meningkatnya aktivitas PMI manufaktur di Amerika Serikat.
 
Sementara itu, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia menunjukkan perbaikan signifikan dengan mencapai level ekspansi 53,3 pada November 2025, naik dari 51,2 pada bulan sebelumnya. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi sejak Februari 2025 dan menandai momentum positif yang telah berlangsung empat bulan berturut-turut. Peningkatan ini mencerminkan semakin solidnya aktivitas operasional sektor manufaktur, yang didorong oleh membaiknya kondisi ekonomi domestik serta meningkatnya permintaan.
 
Seiring dengan itu, aktivitas produksi terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan pasar, memicu terjadinya penumpukan pekerjaan selama delapan bulan terakhir dan mendorong perusahaan menambah tenaga kerja. Industri juga memperbesar pembelian bahan baku guna mendukung kenaikan produksi, yang turut memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui penguatan keterkaitan sektor manufaktur. Memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru, sektor manufaktur diperkirakan masih akan mempertahankan kinerja kuatnya. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #neracaperdagangan #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024